KUALITAS FISIK-KIMIA PERAIRAN PANTAI DESA WAAI DAN LAJU PERTUMBUHAN RHIZOMA LAMUN Enhalus acoroides

Rosmawati Rosmawati, Muhammad Rijal

Abstract


Secara visual, perairan ini memiliki karakteristik substrat yang terdiri dari substrat berpasir, berlumpur, berbatu dan patahan karang mati, sehingga memungkinkan perairan ini ditumbuhi oleh berbagai jenis lamun. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa kondisi perairan Waai mendukung pertumbuhan lamun, dimana ukuran butiran pasir sangat kasar memiliki persentase tertinggi (30,70%); nilai rerata suhu sebesar 28,30 ⁰C; nilai rerata salinitas 28,67 ‰; nilai rerata oksigen terlarut 5,71 ppm; nilai rerata kandungan nitrat sebesar 0,94 ppm dan nilai rerata kandungan posfat sebesar 0,53 ppm. Populasi lamun Enhalus acoroides pada periode sampling I terdiri dari 7 kohort, sedangkan pada periode sampling II dan III masing-masing terdiri dari 8 kohort. Estimasi laju pertumbuhan adalah 1 mm/tahun dengan panjang maksimun 60,01 mm dan panjang asimptotnya adalah 66,68 mm.

Kata Kunci: Fisik-Kimia, Pertumbuhan Rhizoma, Enhalus Acoroides

References


Anonim, 2009. Pertumbuhan, Produktivitas dan Biomassa, Fungsi dan Peranan. http://web.ipb.ac.id/-dedi_s., 2009. Diakses 04 Oktober 2009.

Azkab, M. H dan Wawan Kiswara. 1994. Pertumbuhan dan Produksi Lamun di Teluk Kuta, Lombok Selatan dalam Struktur Komunitas Biologi Padang Lamun di Pantai Selatan Lombok dan Kondisi Lingkungannya. Pusat Penelitian dan Pengembangan Oseanologi-LIPI.

Azkab, M. H. 1996. Pertumbuhan dan Produksi Daun Enhalus accoroides (L.f) Royle di Teluk Gerupuk, Pulau Lombok. Pusat Penelitian dan Pengembangan Oseanologi-LIPI.

Bhattacharya, C. G. 1967. A Simple Method of Resolution of a Distribution Into Gaussian Component. Biometrics. Pp 115 – 135.

Castro, P and M. E. Huber. 2005. Marine Biology. Saint Louis: Mosby Year Book Inc.

Cunha, A. H and Duarte C. M. 2005. Population Age Structure and Rhizome growth of Cymodocea nodosa in the Ria Formosa (Southern Portugal). Marine Biology. 146 : 841 – 847.

Connell, D. W and G. J. Miller. 2006. Kimia dan Ekotoksikologi Pencemaran (Penerjemah Yanti Koestoer). Jakarta: Penerbit Universitas Indonesia (UI-Press).

Dahuri, R., 2003. Keanekaragaman Hayati Laut. Aset Pembangunan Berkelanjutan Indonesia. Jakarta: Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama.

Duarte, C. M., and San-Jensen, K. 1991. Allometric Scalling of Seagrass Form and Productivity. Marine Ecology. Prog. Ser. 77 : 289 – 300.

Effendie, M. I. 1979. Metode Biologi Perikanan. Bogor: Yayasan Dewi Sri.

Effendie, M. I. 2002. Metode Biologi Perikanan. Yogyakarta: Yayasan Pustaka Nusatama.

Efriyeldi. 1997. Struktur Komunitas Makrozoobenthos dan Keter kaitannya Dengan Karakteristik Sedimen Di Perairan Muara Sungai Bantan Tengah, Bengkalis. Tesis. Pascasarjana Institute Pertanian Bogor (Tidk Dipublikasikan).

English S, Wilkinson, C and Baker V. 1997. Survey manual for Tropical Marine Resources. 2nd Ed. Townsville Australia: Australian Institute of Marine Science.

Fachrul, M. F. 2007. Metode Sampling Bioekologi. Jakarta: Penerbit Bumi Aksara.

Hutabarat, S., dan Stewart M. Evans. 1986. Pengantar Oseanografi. Jakarta: UI Press Cetakan Ketiga.

Kuo, J and Den Hartog. 2001. Seagrass taxonomy and Identification Key in Global Seagrass Research Methods. Elsevier Science B. Vol. 2 : 31 – 78 pp.

Nontji, A. 2005. Laut Nusantara. Jakarta: Penerbit Djambatan.

Riduwan, 2005. Dasar-dasar Statistika. Bandung: Penerbit Alfabeta.

Romimohtarto, K dan Sri Juwana. 2007. Biologi Laut Ilmu Pengetahuan Tentang Biota Laut. Jakarta: Penerbit Djambatan

Sahetapy, J. M. F. 2004. Studi Ekologi Komunitas Lamun Pada Perairan desa Ihamahu. Jurnal Triton Vol. 2 No. 1.

Supriharyono, 2009. Konservasi ekosistem Sumberdaya Hayati Di wilayah Pesisr dan Laut Tropis. Yogyakarta: Penerbit Pustaka Pelajar.

Sparre, P and Venema, S. C. 1992. Introduction to Tropical Fish assessment part-1 Manual. Marine Resources Service Fishery and Environment Division FAO Fishieries. Italy: Dept. Rome.

Tupan, Ch. I dan Pr. A. Uneputty, 2008. Struktur Populasi Lamun Cymodocea rotundata di Perairan Pantai Desa Suli Pulau Ambon. Prosiding Konferensi Nasional VI: Menuju Keberlanjutan Pengelolaan Pesisir dan Laut Demi Ketahanan dan Kesejahteraan Bangsa.

Tjitrosomo, S. S., 1983. Botani Umum 1. Bandung: Penerbit Angkasa.




DOI: http://dx.doi.org/10.33477/bs.v6i1.131

Refbacks

  • There are currently no refbacks.