AKTIFITAS ENZIM BROMELIN TERHADAP PENINGKATAN PROTEIN TEPUNG AMPAS KELAPA

Surahman Nur, Surati Surati, Ryan Rehalat

Abstract


Hasil protein terlarut dari ampas kelapa dapat dipengaruhi oleh kerja enzim-enzim dari sari nenas, dan juga dipengaruhi oleh kandungan protein dari ampas kelapa itu sendiri. Suatu protein dihidrolisis dengan asam alkali atau enzim akan dihasilkan campuran asam amino dalam bahan-bahan makanan terdapat protein berbeda-beda. Penelitian ini menggunakan merupakan eksperimen laboratorium yaitu mengisolasi bromelin yang terdapat dalam limbah kulit nenas dan menguji pengaruhnya terhadap peningkatan kadar asama amino pada tepung ampas kelapa dalam bentuk Rancangan Acak Lengkap. Hasil penelitian menunjukan bahwa aktifitas enzim bromelin dari ekstrak kulit nenas terhadap peningkatan kadar asam amino tepung ampas kelapa dengan konsentrasi 10%, 15%, 20%, 25%, berpengaruh nyata terhadap peningkatan kadar protein tepung ampas kelapa. Karena penambahan ekstrak kulit nenas pada konsentrasi 25% memberikan kadar protein terlarut yang tertinggi dan pada konsentrasi 0% memberikan kadar protein terlarut yang terendah.

Kata Kunci: Enzim Bromelin, Kulit Nenas, Ampas Kelapa

References


Abdurahman dan Mulyani, (2003) dalam jurnal Meddiati Fajri Putri, (2010). Jurnal Kompetensi Teknik Vol 1, No2. Diakses pada tanggal 09 Oktober 2014.

Cancel, 1979; Gonzales, (1990) cit Tangsuphon dan Coupland, (2005) dalam Jurnal Meddiati Fajri Putri. Tepung ampas kelapa pada umur panen 11-12 bulan sebagai bahan pangan sumber kesehatan. Jurnal Kompetensi Teknik Vol.1, No.2. hlm 4-6.

F. Laitupa. 2010. Pemanfaatan Eugenol Dari Minyak Cengkeh Untuk Mengatasi Ranciditas Pada Minyak Kelapa. Jurnal BAB_II.pdf. hlm 3.

Kamal Prihatman. 2000. Tentang Budidaya Pertanian. Nenas.pdf. akses pada tanggal 09 Oktober 2014. Hlm 1.

Meddiati Fajri Putri. 2010. Tepung Ampas Kelapa Pada Umur Panen 11-12 Bulan Sebagai Bahan Pangan. Jurnal kompetensi teknik. No 2. Vol 1:1-2.

Nina Yuliana Mulyawati. 2012. Pengaruh Ekstrak Kasar Kulit (Ananas Comosus L.) Terhadap Peningkatan Kadar Asam Amino Tepung Tape Singkong (Manihot utilissima L.). Skripsi. IAIN Ambon

Robinson. 1995. Kandungan Organik Tumbuhan Tinggi. Bandung: ITB.

Syarif dan Aris (1986) dalam Jurnal Meddiati Fajri Putri (2010). Jurnal kompetensi teknik. No 2. Vol 1. Diakses pada tanggal 09 Oktober 2014.

Suhardiyono, Pantastico, dalam Meddiati Fajri Putri. Tepung Ampas Kelapa Pada Umur Panen 11-12 Bulan Sebagai Bahan Pangan Sumber Kesehatan. Jurnal Kompetensi Teknik Vol.1, No.2, hlm 2. Mei 2010.

Warisno, (2003). Dalam F. Laitupa. 2010. Pemanfaatan Eugenol Dari Minyak Cengkeh Untuk Mengatasi Ranciditas Pada Minyak Kelapa. JUrnal BAB_II.pdf. Diakses Tanggal 09 Oktober 2014.

Waluyo, Iud. 2009. Mikrobiologi Umum. Malang: UMM Press.

Zaenudin et al. (2000). dalam Meddiati Fajri Putri. Tepung Ampas Kelapa Pada Umur Panen 11-12 Bulan Sebagai Bahan Pangan Sumber Kesehatan. Jurnal Kompetensi Teknik Vol.1, No.2, hlm 2 . Mei 2010.




DOI: http://dx.doi.org/10.33477/bs.v6i1.136

Refbacks

  • There are currently no refbacks.