LAMA PENYIMPANAN TERHADAP PERKECAMBAHAN BIJI CABAI RAWIT

Irwan Sombalatu, Irvan Lasaiba, Evi Ristiana

Abstract


Tanaman cabai merupakan holikurtural yang bibitnya berasal dari biji yang banyak dibudidayakan oleh para petani cabai rawit, namun pada akhir-akhir ini terjadi perlonjakan harga signifikan di pasar. Di Indonesia sayuran hampir dijumpai disemua masakan, terutama pada masyarakat pedesaan. Cabai yang merupakan sayuran buah kebanyakan ditemui dalam masakan Indonesia, membuktikan bahwa masyarakat Indonesia sangat menyukai cabai. Tetapi mengenai asal usul cabai masuk ke Indonesia belum ada data yang menyebutkan secara pasti.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama penyimpanan terhadap perkecamnahan biji cabai rawit (Capsicum frutescens L). Hasil penelitian menunjukan bahwa adanya pengaruh lama waktu penyimpanan 6 hari terhadap perkecambahan biji cabai rawit dengan nilai (88,3333%) yang merupakan perkecambahan yang baik dalam penelitian ini, namun tidak menunjukan laju perkecambahan pada perlakuan tersebut.

Kata Kunci: Penyimpanan, Perkecambahan, Cabai Rawit

References


Almatsier, S. 2004. Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Bambang B, Santoso, Hariyadi, Bambang S Purwoko. 2004. Tinjauan Argo-Morfologi Perkecambahan Biji Jarak Pagar. Jurnal Penelitian UNRAM, hlm 8-9

Husna Amien. 2007. Bercocok Tanam Cabai Rawit, Merah dan Cabai Merah dan Cabai Jawa. Jakarta: SCA.

Ihsanul Arifin. 2010. pengaruh cara dan lama penyimpanan terhadap mutu cabai rawit capsicum Frutencens L var. Cengek. Malang: UIN Maulana Malik Ibrahim.

Setijo Pitojo. 2003. Benih Cabai. Yogyakarta: Kanisius.

J.s Badudu dan Sultan Mohammad Zain. 1994. Kamus Umum Bahasa Indonesia. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan.

Kuswanto, H. 1996. Dasar-Dasar Teknologi Produksi dan Sertifikasi Benih. Jakarta: Offset.

Nurul Sumiasri, Ninik Setyowati. 2010. Pengaruh beberapa media pada pertumbuhan bibit eboni (diospyros celebica bahk) melalui pembayakan biji (jurnal Online).

Nunik Larasati, http;//blog.uad.ac.id/2011/12/15/tipe perkecambahan epgeal dan hypogeal, di akses tgl 01-08-2011.

Paimin, F.R. 1994. Kemiri Budidaya dan Prospek Benih. Jakarta: Penebar Swaday.

Setijo Pitojo. 2003. Benih Cabai. Yogyakarta: Penerbit Kanisus

Suginingsih. 2013. Pengaruh Perlakuan Awal Terhadap kecepatan perkecambahan dan prosentase kecambah benih kemiri.(Jurnal Online) Diakses pada tangga), rabu, tanggal, 6-3-2014.

Sukarma Dkk. 2010. Pengaruh Penderaan Dan Suhu Perkecambahan Terhadap Viabilitas Benih Jambu Mente. Jurnal Online.

T. Sarpian. 2007. Bertanam




DOI: http://dx.doi.org/10.33477/bs.v6i2.166

Refbacks

  • There are currently no refbacks.