Uji Aktivitas Ekstrak Etanol Daun Lidah Buaya (Aloe Vera) Terhadap Penghambatan Pertumbuhan Staphylococcus aureus Dan Candida albicans

Gemy Nastiti Handayani

Abstract


This study aims to determine the activity of ethanol extract of Aloe vera leaves against Staphylococcus aureus bacteria and Candida albicans fungi. Extraction of aloe vera leaves is done by maceration method, then extracted several concentrations, namely 2.5%, 3.5%, and 4.5% for Staphylococcus aureus bacteria and concentrations of 4%, 8% and 12% for Candida albicans fungi. The inhibitory testing is done by agar diffusion method. The test results showed that the ethanol extract of Aloe vera leaves had antibacterial activity of Staphylococcus aureus and anti-fungal Candida albicans which was characterized by the presence of a clear zone. In Staphylococcus aureus bacteria provide optimum inhibition zone at a concentration of 4.5% with a diameter of 10.8 mm while in, the fungus Candida albicans provides the optimum inhibition zone at a concentration of 12% with a diameter of resistance 18.87 mm.
Key Words: Ethanol, Aloe vera leaves, Staphylococcus aureus, Candida albicans

Full Text:

PDF

References


Agusta. (2000). Minyak Atsiri Tumbuhan Tropika Indonesia. ITB. Bandung.

Anonim. (1989). Material Medika Kesehatan Indonesia. Jilid 5. Dirjen POM. Departemen Kesehatan RI: Jakarta

Anonim. (1985). Tanaman Obat Indonesia. Jilid I. Direktorat Jendral Pengawasan Obat dan Makanan Departeman Kesehatan Republik Indonesia. Jakarta: 43

Bonang G, Koeswardono ES. (1982.) Mikrobiologi Kedokteran untuk Laboratorium dan Klinik. Jakarta: Grainedia

Chantin, A. dan Suharto. (1994). Sterilisasi dan Disinfeksi dalam Mikrobiologi Kedokteran, Edisi Revisi, Binarupa Aksara, Jakarta Dalimartha, Setiawan. 2000. Atlas Tumbuhan Obat Indonesia. Jilid 2, Trubus Agriwidya, Jakarta.

Dalimartha, Setiawan. (2000). Atlas Tumbuhan Obat Indonesia. Jilid 2, Trubus Agriwidya, Jakarta.

Departemen Kesehatan RI. (1986). Sediaan Galenik. Jakarta, hal 7- 23.

Depkes. (1979). Farmakope Indonesia, Edisi III. Departemen Kesehatan Republik Indonesia, Jakarta.

Djide, N. (2008). Dasar-Dasar Mikrobiologi Farmasi. Makassar: Lembaga Penerbitan Universitas Hasanuddin, hal 340-342.

Djide, N dan Sartini. (2007). Penuntun Praktikum Mikrobiologi Farmasi Dasar. Makassar: Laboratorium Mikrobiologi dan Bioteknologi Farmasi Universitas Hasanuddin, hal 19-22, 82.

Djide, N. (2006). Analisis Mikrobiologi Farmasi. Makassar: Laboratorium Mikrobiologi Farmasi Fakultas Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Hasanuddin, hal 134-142.

Field, A dan Longman, L (2003). Tyldesley’s Oral Medicine. Ed. Ke-5. Oxford University Press, hal 52-58.

Fitriana, S. Ema H. Tenny S. (2005). EfektifitasPemberiaan Gel Lidah Buaya (Aloe vera) Secara Topikal Pada Stomatitis Aphtousa Minor (sariawan). Lembaga penelitian. Unpad.

Fuerst R. Frobisher and Fuerst’s. (1983). Microbiologi In Health and Disease (14th edn). Blackwell Scientific Publications. Oxford. London.

Furnawanthi, I. (2002). Khasiat & Manfaat Lidah Buaya Si Tanaman Ajaib. Agro Media Pustaka. Jakarta. Hal 1-21.

Gibson, J. M. (1996). Mikrobiologi dan Patologi Modern Untuk Perawat, 1.6.EGC; Jakarta.

Greenberg. M.S.D.D.S dan Glick M. (2003). Burket’s Oral Medicine Diagnosis & Treatment. Ed. Ke-10. BC Decker Inc. New Jersey. Hal 63-65.

Hariana, Arief. (2000). Tumbuhan Obat & Khasiatnya. Seri 3. PT. Niaga Swadaya. Jakarta.

Jawetz, E., Melnick, J. L., dan Adelberg, E. A. (2001). Mikrobiologi Kedokteran Edisi XXII. Diterjemahkan oleh Bagian Mikrobiologi Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga. Penerbit Salemba Medika. Jakarta.

Katno, Pramono S. (2008). Tingkat Manfaat dan Keamanan Tanaman Obat Tradisional. Jogjakarta: Fakultas Farmasi UGM.

Kumar, V.MD. Cotrain, R.S. M.D dan Robbius, S.L.M.D. (1997). Basic Pathology. Ed. Ke-6. W.B. Saundeis Company. Hal 45-471.

Pelczar dan Chan. (1989). Dasar-dasar Mikrobiologi I, diterjemahkan oleh Ratna Siri, H. UI-Press. Jakarta

Purbaya J.R. (2003). Mengenal & Memanfaatkan Khasiat Aloe vera. CV. Pionerjaya. Bandung. Hlm 21-165.

Pratiwi, Sylvia T. (2008). Mikrobiologi Farmasi. Jakarta: Erlangga, hal 188-191.

Sudjana. (2005). Metode Statistika Edisi Ke- VI. Tarsito. Bandung. Hal 9 – 73, 230.

Sutomo, B. (2006). Lidah Buaya memperbaiki Sistem pencernaan, www.yahoo.com.

Tjitrosoepomo, G. (1993). Taksonomi Tumbuhan (Spermatophyta). Gadjah Mada University Press:. Jogjakarta. Hal. 192-3

Tobo, F. (2001). Buku Pegangan Laboratorium Fitokimia I. Laboratorium Fitokimia Jurusan Farmasi Fakultas MIPA, Universitas Hasanuddin. Makassar.




DOI: http://dx.doi.org/10.33477/bs.v8i1.841

Refbacks

  • There are currently no refbacks.