AKTUALISASI TASAWUF AL-GHAZALI DALAM MENGANTISIPASI KRISIS SPIRITUAL

Hj Marhani M.Ag

Abstract


ABSTRAK
Penelitian dengan judul aktualisasi tasawuf al-gazali dalam
mengantisipasi krisis spiritual di abad modern. Dengan tujuan penelitian
Mengidentifikasi berbagai urgensi pelaksanaan ajaran tasawuf sebagai terapi spiritual
dalam upaya mengantisipasi problematika sosial di era modern. Merumuskan langkahlangkah

strategis penerapan nilai-nilai ajaran tasawuf untuk mengantisipasi dampak
negatif terutama dalam aspek krisis spiritual di era modern.
Metode penelitian yang digunakan adalah riset kepustakan (library research).
Metode ini, penulis merujuk ke berbagai literatur dan menelusuri berbagai persoalan
yang menghawatirkan di era modern dengan pendekatan yang digunakan adalah
multidisipliner atau interdisipliner dengan menonjolkan pendekatan teologis normatif,
psikologis, dan sosio kultural.
Hasil penelitian yaitu: (1) Nama lengkap imam Al-Gazali adalah Abu Hamid
Muhammad ibn Muhammad ibn Ahmad al- Ghazali al- Tusi. Dalam perjalanan
panjang, Al-Ghazali mencoba mengembalikan hasratnya kepada beberapa ilmu
pengetahuan yang pernah dikembangkannya, yaitu filsafat, teologi, dan
berbagai mazhab yang berkembang pada zaman itu. Pada akhirnya ia
menemukan kepuasan pengetahuan dalam mistisisme atau sufisme, atau ia
kembali kebidang tasawuf lantaran merupakan pucuk keilmuan yang lama yang
dikembangkan oleh pihak keluarganya. (2) Al-Ghazali melihat sumber kebaikan
manusia itu terletak pada kebersihan rohanianya dan rasa akrabnya ( taqarrub)
terhadap Tuhan, sesuai dengan prinsip Islam, Al-Ghazali menganggap Tuhan
sebagai pencipta, yang aktif memelihara dan menyebarkan rahmatnya bagi
sekalian alam. Cara ber-taqarrub kepada Allah swt., yaitu latihan yang langsung
mempengaruhi rohani. Diantaranya yang terpenting ialah Al-muraqabah, yaitu
manusia merasa diawasi terus oleh Allah swt. dan al-muhasabah, yakni
senantiasa mengoreksi diri sendiri. Menurut Al-Ghazali, kesenangan itu ada dua
tingkatan yaitu kepuasan dan kebahagiaan (lazzat dan sa’adah). Kepuasan ialah
apabila kita kita mengetahui kebenaran sesuatu. Bertambah banyak mengetahui
kebenaran itu, bertambah banyak orang yang merasakan kebahagiaan. Akhirnya
kebahagian yang tertinggi ialah bila mengetahui kebenaran sumber dari segala
kebahagiaan itu sendiri. Itulah yang dinamakan ma’rifatullah, yaitu mengenal
adanya Allah swt tanpa syak sedikit juga, dengan penyaksian hati, yang sangat

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.