PELESTARIAN KEARIFAN LOKAL TAPUR IDUL FITRI SUATU HARMONI SOSIAL PADA MASYARAKAT ADAT NEGERI TENGAH-TENGAH

Authors

  • safarini malang UIN A.M Sangadji
  • Ismela Tuharea UIN A.M Sangadji Ambon

Abstract

Tapur Idul Fitri merupakan praktik budaya berbasis nilai keagamaan yang masih dilestarikan oleh masyarakat adat Negeri Tenga-Tenga. Tradisi ini tidak hanya berfungsi sebagai ekspresi ritual keagamaan, tetapi juga sebagai mekanisme sosial dalam menjaga kohesi, solidaritas, dan harmoni sosial masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna Tapur Idul Fitri, mengidentifikasi nilai-nilai kearifan lokal yang terkandung di dalamnya, serta menjelaskan perannya dalam membangun dan mempertahankan harmoni sosial masyarakat adat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tapur Idul Fitri mengandung nilai religius, sosial, budaya, dan moral yang berfungsi sebagai sarana integrasi sosial serta kontrol sosial informal. Pelestarian tradisi ini menjadi penting dalam menghadapi tantangan modernisasi yang berpotensi mengikis nilai-nilai lokal dan solidaritas sosial masyarakat adat.

Tapur Idul Fitri is a form of local wisdom that continues to be preserved and practiced by the indigenous community of Negeri Tenga-Tenga. This tradition is not merely understood as a religious ritual associated with the celebration of Idul Fitri, but also functions as a social mechanism that strengthens social cohesion, reinforces communal solidarity, and maintains social harmony within the indigenous society. This study aims to analyze the meaning of the Tapur Idul Fitri tradition, identify the local wisdom values embedded within it, and examine its role in sustaining social harmony in the indigenous community of Negeri Tenga-Tenga. This research employs a qualitative method with a descriptive-analytical approach, utilizing observation, in-depth interviews, and literature review as data collection techniques. The findings indicate that Tapur Idul Fitri embodies religious, social, cultural, and moral values that function as instruments of social integration and informal social control. Therefore, the preservation of the Tapur Idul Fitri tradition is essential in addressing the challenges of social change and modernization that may undermine local values and communal solidarity.

Downloads

Published

2026-03-31