Dialektika Islam dan Budaya Lokal: Strategi Bertahan Komunitas Bawakaraeng di Sulawesi Selatan

Mustaqim Pabbajah

Abstract


Agama dan Budaya telah menjadi satu kesatuan dalam berbagai praktik sosial keagamaan di Indonesia. Studi ini bertujuan untuk memotret kembali hubungan dialektis antara Islam dan budaya lokal orang Bugis-Makassar di Sulawesi Selatan. Pengumpulan data dalam studi melalui observasi partisipatif dan studi literatur terkait objek kajian studi ini, kemudian dianalisis dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Studi ini menunjukkan tiga potret dialektika Islam dan budaya lokal dalam praktik ritual komunitas Bawakaraeeng. Pertama, bahwa kebiasaan orang Bugis-Makassar untuk melaksanakan serangkaian ritual di puncak Gunung Bawakaraeng merupakan budaya lokal masyarakat yang terus berproses dialektis dengan ajaran Islam, sehingga dikenal dengan stilah Haji Bawakaraeng. Kedua, potret budaya masyarakat di Sulawesi Selatan, baik sebelum datangnya Islam maupun pasca kedatangan Islam memperlihatkan hubungan dialektis yang dinamis. Ketiga, dalam proses dialektika dengan ajaran Islam sebagai upaya strategis dalam mempertahankan keberlangsungan praktik ritual komunitas Bawakaraeng. Studi ini sebagai pelengkap studi yang ada, sehingga disarankan studi lanjutan dengan pendekatan yang lebih kontekstual dan komprehensif dalam rangka pemetaan budaya lokal di era Indonesia komporer.

Full Text:

PDF

References


A. Safril, M. (2011). Strategi Meningkatkan Daya Tahan Budaya Lokal dalam Menghadapi Arus Globalisasi. Jurnal UNAIR, 24(4), 302–308.

Abdullah, A. (2016). Islamisasi Di Sulawesi Selatan Dalam Perspektif Sejarah. Paramita: Historical Studies Journal. https://doi.org/10.15294/paramita.v26i1.5148

Abidin, M. Z. (2009). Islam Dan Tradisi Lokal Dalam Perspektif Multikulturalisme. Millah, 8(2), 297–309. https://doi.org/10.20885/millah.vol8.iss2.art6

Adiansyah, R. (2017). Persimpangan Antara Agama dan Budaya. Intelektualita, 6(2), 229–242.

Arifin, M. (2016). Islam dan Akulturasi Budaya Lokal di Aceh. Islam Futura, 15(2), 251–284.

Arifin, M., Abdullah, I., & Ratnawati, A. T. (2019). Contestation between Puritan Islam and Kejawen in the Urban Yogyakarta of Indonesia. Al-Albab, 8(2), 193–210. https://doi.org/10.24260/ALALBAB.V8I2.1460

Asroni, A. (2007). Islam Puritan vis a vis Tradisi Lokal: Meneropong Model Resolusi Konflik Majelis Tafsir Al-Qur’an. Conference Proceeding AICIS XII, 5, 2666–2680.

Ayu, D., Antariksa, A., & Ridjal, A. M. (2014). Atribut Ruang Sebagai Penanda Ruang Ritual Pada Pesarean Gunung Kawi Kabupaten Malang. Review of Urbanism and Architectural Studies, 12(2), 32–40. https://doi.org/10.21776/ub.ruas.2014.012.02.4

Aziza, A. (2017). Relasi Agama dan Budaya. ALHADHARAH. https://doi.org/10.18592/alhadharah.v15i30.1204

Buhori, B. (2017). Islam dan Tradisi Lokal di Nusantara (Telaah Kritis Terhadap Tradisi Pelet Betteng Pada Masyarakat Madura dalam Perspektif Hukum Islam). Al-Maslahah Jurnal Ilmu Syariah, 13(2), 229. https://doi.org/10.24260/almaslahah.v13i2.926

Dalimunthe, L. A. (2016). Kajian Proses Islamisasi di Indonesia. Jurnal Studi Agama Dan Masyarakat, 12(1), 115–125.

Durkheim, E. (2016). The elementary forms of religious life. In Social Theory Re-Wired: New Connections to Classical and Contemporary Perspectives: Second Edition. https://doi.org/10.4324/9781315775357

Ernas, S. (2019). Pandangan Sonouck Hurgronje Tentang Islam dan Implikasinya terhadap Praktik Hukum dan Politik di Indonesia. DIALEKTIKA, 12(2), 130. https://doi.org/10.33477/dj.v12i2.1114

Faisal, F., Mulkhan, A. M., Nurmandi, A., & Jubba, H. (2019). From Conflict to Assimilation: Strategies of Muslim Immigrants in Papua Special Autonomy Era. Wawasan: Jurnal Ilmiah Agama Dan Sosial Budaya, 4(1), 103–116. https://doi.org/10.15575/jw.v4i1.5190

Firman Nugraha. (2018). Gerakan Ekonomi Keagamaan dan Politik Identitas Muslim Perdesaan. Jurnal Bimas Islam, 11(4), 693–722.

Fuad, F. (2012). Islam dan Ideologi Pancasila, Sebuah Dialektika. Lex Jurnalica, 9(3), 164–170.

Hanoraga, T. (2008). Dialektika Hubungan Hukum dan Kekuasaan. Jurnal Sosial Humaniora, 1(1). https://doi.org/10.12962/j24433527.v1i1.684

Harahap, S. M. (2015). Islam dan Budaya Lokal Studi terhadap Pemahaman, Keyakinan, dan Praktik Keberagamaan Masyarakat Batak Angkola di Padangsidimpuan Perspektif Antropologi. TOLERANSI: Media Komunikasi Umat Bergama, 7(2), 154–176.

Hasbullah, H. (2014). Islam Dalam Bingkai Budaya Lokal. Toleransi, 6(1), 1–15. https://doi.org/10.24014/trs.v6i1.893

Ichsan Azis, M. N. (2019). Islamisasi di Kawasan Laut Sulawesi pada Abad Ke-19. Jurnal Penelitian Sejarah Dan Budaya, 5(1), 1–22. https://doi.org/10.36424/jpsb.v5i1.14

Idris, S. (2017). Konstruksi Ritual Ibadah Haji Pada Masyarakat Sekitar Gunung Bawakaraeng Kab. Gowa. Al-Qalam, 23(2). https://doi.org/10.31969/alq.v23i2.427

Irianto, S., & Risma Margareta. (2011). Modal Budaya Dan Strategi Identitas Ulun Lampung Piil Pesenggiri : Cultural Capital and Identity Strategy of Ulun Lampung Abstract. Makara, Sosial Humaniora, 15(2), 140–150.

Jubba, H., Abdullah, I., Pabbajah, M., Iribaram, S., Prasojo, Z. H., & Qodir, Z. (2020). The display of religious symbols in public space: The contestation of muslim and christian identities in jayapura, Papua. Humanities and Social Sciences Reviews, 8(1), 642–650. https://doi.org/10.18510/hssr.2020.8177

Jubba, H., Pabbajah, M., Prasodjo, Z. H., & Qodir, Z. (2019). The future relations between the majority and minority religious groups, viewed from Indonesian contemporary perspective: A case study of the coexistence of Muslims and the Towani Tolotang in Amparita, South Sulawesi. In International Journal of Islamic Thought (Vol. 16, pp. 13–23). National University of Malaysia. https://doi.org/10.24035/ijit.16.2019.002

Jubba, H., Rustan, A. S., & Juhansar, J. (2018). Kompromi Islam dan Adat pada Praktik Keagamaan Muslim Bugis di Sulawesi Selatan. JSW: Jurnal Sosiologi Walisongo. https://doi.org/10.21580/jsw.2018.2.2.2865

Khaironi, Soesilowati, E., & Arsal, T. (2017). Kearifan Lokal Masyarakat Etnis Gayo sebagai Destinasi Wisata Budaya di Kota Takengon. Journal of Educational Social Studies, 6(2), 99–110. https://doi.org/10.15294/jess.v6i2.15601

Koentjaraningrat. (1976). “Manusia dan Kebudayaan Di Indonesia.” In Djambatan (p. 390). https://doi.org/10.1016/s0044-8486(97)00050-1

La, K., Unga, O., Made, I., Dan, B., & Barkey, R. A. (2015). Strategi Pengembangan Kawasan Wisata Kepulauan Banda Area Tourism Development Strategy of Banda Islands. Jurnal Economics Management, 1(1), 1–11.

Lawwarani, M. A. A., & Alizah, N. (2018). Maccera Siwanua: Tradisi Menyucikan Kampung dan Pesta Rakyat di Desa Alitta, Kecamatan Matiro Bulu Kabupaten Pinrang. Walasuji : Jurnal Sejarah Dan Budaya, 9(1), 225–235. https://doi.org/10.36869/wjsb.v9i1.33

Luthan, S. (2000). Dialektika Hukum dan Kekuasaan. Jurnal Hukum IUS QUIA IUSTUM, 7(14), 83–100. https://doi.org/10.20885/iustum.vol7.iss14.art6

Maarif, S. (2012). Dimensions of Religious Practice The Ammatoans of Sulawesi, Indonesia. In ProQuest Dissertations and Theses.

Maksum, A. (2015). Politik Identitas Masyarakat Tengger dalam Mempertahankan Sistem Kebudayaan dari Hegemoni Islam dan Kekuasaan. El-HARAKAH (TERAKREDITASI), 17(1), 18. https://doi.org/10.18860/el.v17i1.3083

Marzali, A. (2014). Pergeseran Orientasi Nilai Kultural dan Keagamaan di Indonesia (Sebuah Esai dalam Rangka Mengenang Almarhum Prof. Koentjaraningrat). Antropologi Indonesia, 30(3). https://doi.org/10.7454/ai.v30i3.3566

Mattulada, A. (2014). Manusia dan Kebudayaan Bugis - Makassar dan Kaili di Sulawesi. Antropologi Indonesia. https://doi.org/10.7454/ai.v0i48.3279

Muhajir, M., & Ahmad Gani, A. (2019). The Values of Maccera Tappareng Ceremony In Buginese Society at Wajo Regency (Local Culture Analysis). SSRN Electronic Journal. https://doi.org/10.2139/ssrn.3349531

Mujib, I. (2008). Pembauran Agama Dan Strategi Politik Kebudayaan: Kontestasi Identitas Etnis dalam Narasi Masyarakat Multikultur. El-HARAKAH (TERAKREDITASI), 10(3), 167. https://doi.org/10.18860/el.v10i3.4757

Muniruddin, M. (2019). Komunikasi Pengembangan Masyarakat Islam Analisis Teori Dialektika Relasional. Jurnal Pemberdayaan Masyarakat, 7(1), 13. https://doi.org/10.37064/jpm.v7i1.5608

Mustamin, K., Rahmawati, R., Abbas, A., & Akbar, A. (2018). Attoriolong Tradition of Lake Preservation. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science. https://doi.org/10.1088/1755-1315/156/1/012004

Noorduyn, J. (2013). De islamering van Makasar. Bijdragen Tot de Taal-, Land- En Volkenkunde / Journal of the Humanities and Social Sciences of Southeast Asia. https://doi.org/10.1163/22134379-90002316

Oktadiyani, P. (2015). Taman Wisata Alam Wera Ecotourism Development Strategy of Wera. Jurnal Wasian, 2(1), 9–20.

Pabbajah, M (2012). Haji Bawakaraeng: The Resistence of Local Society in South Sulawesi. JICZA Journal of Islamic Civilization in Southeast Asia, 1. https://doi.org/https://doi.org/10.24252/jicsa.v1i1.718

Pabbajah, M. (2012). Religiusitas dan Kepercayaan Masyarakat Bugis- Makassar. Al-Ulum: Jurnal Studi Islam, 12(2), 397–418.

Pabbajah, M., Abdullah, I., Juhansar, & Jubba, H. (2019). Contested Socioreligious Reality: An-Nadzir, a Non-mainstream Islamic Movement in Indonesia. The International Journal of Religion and Spirituality in Society. https://doi.org/10.18848/2154-8633/cgp/v09i02/71-78

Possamai, A., & Blasi, A. J. (2020). Geertz, Clifford J. In The SAGE Encyclopedia of the Sociology of Religion. https://doi.org/10.4135/9781529714401.n177

Purwanto, H., & Titasari, C. P. (2018). The Worship of Parwatarajadewa in Mount Lawu. Kapata Arkeologi, 14(1), 37. https://doi.org/10.24832/kapata.v14i1.472

Ridwan. (2005). Dialektika Islam dengan Budaya Jawa. Jurnal Ibda`, 3(1), 18–32.

Ritzer, G., & Heckathorn, D. D. (2012). Rational Choice. In Encyclopedia of Social Theory. https://doi.org/10.4135/9781412952552.n234

Roibin, R. (2012). Agama dan Budaya-Relasi Konfrontatif Atau Kompromistik. JURISDICTIE. https://doi.org/10.18860/j.v0i0.1590

Rosyida, D. A. (2016). Hubungan {Agama} dan {Kearifan} {Lokal} terhadap {Perubahan} {Sosial} {Masyarakat} {Banjarmasin}. Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjary Banjarmasin, 1–39.

Rozi, S. (2013). Konstruksi Identitas Agama Dan Budaya Etnis Minangkabau Di Daerah Perbatasan: Perubahan Identitas Dalam Interaksi Antaretnis Di Rao Kabupaten Pasaman Sumatera Barat. In Jurnal Masyarakat Indonesia (Vol. 39, Issue 1).

Sakirman, S. (2016). Islam Aboge dalam Tradisi Jawa Alastua. IBDA` : Jurnal Kajian Islam Dan Budaya, 14(2), 172–187. https://doi.org/10.24090/ibda.v14i2.702

Solihah, R. S. (2019). Agama dan Budaya. Al-Mada: Jurnal Agama, Sosial, Dan Budaya, 2(1), 77–94. https://doi.org/10.31538/almada.v2i1.343

Subair. (2015). Abangan, Santri, Priyayi: Islam dan Politik Identitas Kebudayaan Jawa. Dialektika, 9(2), 34–46.

Sugiyarto, S., & Amaruli, R. J. (2018). Pengembangan Pariwisata Berbasis Budaya dan Kearifan Lokal. Jurnal Administrasi Bisnis, 7(1), 45. https://doi.org/10.14710/jab.v7i1.22609

Sumbulah, U. (2012). ISLAM JAWA DAN AKULTURASI BUDAYA : El Harakah, 14(1), 51–68.

Supriatna, E. (2019). Islam dan Kebudayaan. Jurnal Soshum Insentif. https://doi.org/10.36787/jsi.v2i2.178

Susanty, A., Puspitasari, N. B., & Valinda, C. (2017). Pengembangan Strategi Pariwisata Berbasis Ecotourism Pada Klaster Pariwisata Borobudur-Dieng, Jawa Tengah. J@ti Undip : Jurnal Teknik Industri, 12(1), 57. https://doi.org/10.14710/jati.12.1.57-76

Syafe’i, Z. (2008). Dialektika Hukum Islam Di Indonesia. ALQALAM, 25(1), 65. https://doi.org/10.32678/alqalam.v25i1.1673

Syamsurijal, S. (2016). Islam Patuntung: Temu-Tengkar Islam Dan Tradisi Lokal Di Tanah Toa Kajang. Al-Qalam. https://doi.org/10.31969/alq.v20i2.197

Tubaka, A. M. (2019). Analisis Upacara “Pukul Sapu” di Negeri Morella Kecamatan Leihitu Kabupaten Maluku Tengah. DIALEKTIKA, 12(2), 143. https://doi.org/10.33477/dj.v12i2.1113

Ujang Saefullah. (2013). Dialektika Komunikasi, Islam, dan Budaya Sunda. Jurnal Penelitian Komunikasi, 16(1), 71–90.

Utami, S., & Gaffar, V. (2016). The Influence of the “Wonderful Indonesia” Nation Branding Strategy on the Decision of Visiting Australian Tourists to Indonesia. Ourism and Hospitality Essentials Journal, 4(1), 693–704. https://doi.org/10.17509/thej.v4i1.1978

Wekke, I. S. (2013). Islam Dan Adat : Tinjauan Akulturasi Budaya Dan Agama dalam Masyarakat Bugis. Analisis.

Yuli Darwati, M. A. D. (2018). Inter Aksi Agama Dan Budaya. EMPIRISMA, 27(1). https://doi.org/10.30762/empirisma.v27i1.1443

Yunus, M. (2008). Dialektika Manusia Dan Agama. El-HARAKAH (TERAKREDITASI), 1(3), 20. https://doi.org/10.18860/el.v1i3.4695

Zuhdi, M. H. (2017). Dakwah Dan Dialektika Akulturasi Budaya. RELIGIA, 15(1). https://doi.org/10.28918/religia.v15i1.122




DOI: http://dx.doi.org/10.33477/dj.v13i1.1392

 SELAMAT BERKUNJUNG DI DIALEKTIKA