STRATEGIES, OPPORTUNITIES AND CHALLENGES OF ISLAMIC RELIGIOUS EDUCATION IN THE MODERN ERA OF INDONESIA: CREATIVE LEARNING CYCLE AND ETHNORELIGION AS AN ALTERNATIVE TO TRANSFORMATIVE LEARNING

Authors

DOI:

https://doi.org/10.33477/jsi.v14i2.11884

Abstract

 

This study explores innovative strategies for transforming Islamic Religious Education (PAI) in Indonesia amid the challenges of globalization and digitalization. Using a qualitative method through literature review and interviews with PAI lecturers, the research examines the integration of the Creative Learning Cycle (CLC) and an Ethnoreligious approach as alternative pedagogical models. Findings reveal that conventional lecture-centered practices are no longer adequate to cultivate students’ religious competence, soft skills, and intercultural awareness. The implementation of CLC through Imagine, Create, Play, Share, and Reflect combined with local wisdom, enhances contextual, participatory, and relevant learning experiences. Results indicate that this model strengthens religious moderation and tolerance, improves collaborative and problem-solving skills grounded in Islamic values, and nurtures inclusive identities aligned with global citizenship. Successful adoption depends on lecturer capacity, curriculum flexibility, institutional support, and an inclusive academic culture, with authentic assessment as a key element of evaluation. Overall, the CLC–Ethnoreligious model has the potential to shift PAI from a dogmatic orientation toward reflective, creative, and socially responsive learning suited to Indonesia’s plural modern society.

Keywords: Islamic Religious Education, Creative Learning Cycle, Soft Skills, Intercultural, Higher Education.

Tujuan penelitian untuk mengeksplorasi strategi inovatif dalam mentransformasi Pendidikan Agama Islam di Indonesia agar mampu menghadapi tantangan kompleks globalisasi dan digitalisasi abad ke-21. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif pada kajian literatur dan wawancara dengan dosen PAI, penelitian ini menganalisis penerapan Creative Learning Cycle (CLC) dan pendekatan etnoreligius sebagai model pedagogis alternatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode PAI tradisional yang berpusat pada ceramah tidak lagi memadai untuk mengembangkan kompetensi keagamaan, soft skills, dan kesadaran lintas budaya mahasiswa. Integrasi model CLC melalui tahapan Imagine, Create, Play, Share, dan Reflect yang dipadukan dengan kearifan lokal mampu menjadikan proses pembelajaran lebih kontekstual, partisipatif, dan relevan. Temuan empiris menunjukkan adanya dampak multidimensional: (1) dalam aspek religiusitas, mahasiswa menginternalisasi nilai toleransi (tasamuh) dan moderasi beragama yang berlandaskan Al-Qur’an dan Hadis; (2) dalam aspek soft skills, mahasiswa menunjukkan peningkatan kemampuan empati, kerja sama tim, dan pemecahan masalah yang berakar pada nilai-nilai Islam; dan (3) dalam aspek kompetensi antarbudaya, mahasiswa mengembangkan identitas yang inklusif, empati, serta kesadaran sebagai warga dunia. Keberhasilan implementasi model ini bergantung pada kompetensi dosen, responsivitas kurikulum, dukungan kelembagaan, dan budaya akademik yang inklusif. Evaluasi berbasis asesmen autentik berperan penting dalam mengukur keberhasilan pembelajaran. Penelitian ini menyimpulkan bahwa model CLC Etnoreligius mampu mentransformasi PAI dari mata kuliah yang bersifat dogmatis menjadi pengalaman belajar yang reflektif, kreatif, dan aplikatif, yang relevan dengan kebutuhan masyarakat modern dan plural.

Kata Kunci: Pendidikan Agama Islam, Creative Learning Cycle, Soft Skills, Lintas Budaya, Pendidikan Tinggi.

Downloads

Published

14-12-2025

How to Cite

Islamy, M. R. F., & Budiyanti, N. (2025). STRATEGIES, OPPORTUNITIES AND CHALLENGES OF ISLAMIC RELIGIOUS EDUCATION IN THE MODERN ERA OF INDONESIA: CREATIVE LEARNING CYCLE AND ETHNORELIGION AS AN ALTERNATIVE TO TRANSFORMATIVE LEARNING. Jurnal Studi Islam, 14(2), 374–396. https://doi.org/10.33477/jsi.v14i2.11884

Issue

Section

Articles