PENDIDIKAN ISLAM DAN KESADARAN LINGKUNGAN: KAJIAN EKOTEOLOGI DALAM SEJARAH PERADABAN ISLAM
DOI:
https://doi.org/10.33477/jsi.v15i1.14230Abstract
Abstract: This study aims to examine the concept of ecotheology in the history of Islamic civilization and analyze its implementation in Islamic education as an effort to build sustainable ecological awareness. The research uses a qualitative approach with the library research method. Primary data is obtained from the Qur'an, hadith. Secondary data from the book of tafsir, historical literature of Islamic civilization, and various scientific articles were analyzed using content analysis techniques. The results of the study show that the concept of ecotheology in Islam is based on monotheism, the mandate of man as a caliph, and the view that all nature is a creation of Allah that has spiritual value so that it must be preserved. These values have been part of the tradition of Islamic education since the time of the Prophet PBUH, Khulafaur Rasyidin, the Islamic State, Andalusia, to the Ottoman Empire through the integration of religious teachings with science and environmental conservation practices. In the contemporary era, the concept is revitalized through the Love-Based Curriculum (KBC) that integrates environmental awareness into learning and school culture. Various empirical findings show that the implementation of KBC is able to increase students' ecological awareness through contextual learning, habituation, and example. This research confirms that ecotheology can be a relevant paradigm of Islamic education in answering the challenges of the global environmental crisis.
Key words: Islamic Education, Ecotheology, History of Islamic Civilization
Abstrak: Penelitian ini bertujuan mengkaji konsep ekoteologi dalam sejarah peradaban Islam serta menganalisis implementasinya dalam pendidikan Islam sebagai upaya membangun kesadaran ekologis yang berkelanjutan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka (library research). Data Primer diperoleh dari Al-Qur'an, hadis. Data sekunder dari kitab tafsir, literatur sejarah peradaban Islam, serta berbagai artikel ilmiah yang dianalisis menggunakan teknik content analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep ekoteologi dalam Islam berlandaskan pada tauhid, amanah manusia sebagai khalifah, dan pandangan bahwa seluruh alam merupakan ciptaan Allah yang memiliki nilai spiritual sehingga wajib dijaga kelestariannya. Nilai-nilai tersebut telah menjadi bagian dari tradisi pendidikan Islam sejak masa Rasulullah SAW, Khulafaur Rasyidin, Daulah Islam, Andalusia, hingga Kesultanan Utsmaniyah melalui integrasi ajaran agama dengan ilmu pengetahuan dan praktik pelestarian lingkungan. Pada era kontemporer, konsep tersebut direvitalisasi melalui Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) yang mengintegrasikan kepedulian lingkungan ke dalam pembelajaran dan budaya sekolah. Berbagai temuan empiris menunjukkan bahwa implementasi KBC mampu meningkatkan kesadaran ekologis peserta didik melalui pembelajaran kontekstual, pembiasaan, dan keteladanan. Penelitian ini menegaskan bahwa ekoteologi dapat menjadi paradigma pendidikan Islam yang relevan dalam menjawab tantangan krisis lingkungan global.
Kata kunci: Pendidikan Islam, Ekoteologi, Sejarah Peradaban Islam.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Yayan Ahyani

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.










