PENDIDIKAN ISLAM DI MINORITAS MUSLIM (Suatu Tinjauan Kultur pada Pondok Pesantren Assalam Kota Manado)

Saddam Husein

Abstract


Abstract: This article describes the culture of the Assalam Islamic Boarding School in Manado, which exists to this day, while standing in the center of a Muslim-majority area. Islamic boarding schools Islamic boarding schools do not cause problems for non-Muslim communities in boarding schools. This study found that non-Muslim communities around the pesantren were very good and harmonious. This paper discusses two important things, first, about the needs and challenges of the Assalam Islamic Boarding School in Manado to continue to exist amid its interests in the area of Muslim freedom. Second, Culture and Success in developing Islamic Education among Muslims.

Keyword: Muslim minority, Pondok Pesantren Assalam, Manado City

Abstrack Artikel ini menjelaskan mengenai kultur Pondok Pesantren Assalam Kota Manado yang eksis sampai sekarang ini, walaupun berdiri tegak di tengah wilayah minoritas muslim. Realitasnyamenjelaskan bahwa eksistensi Pondok pesantren tersebut tidak menjadi masalah bagi masayarakat non muslim yang berada di sekitar pesantren. Studi ini menemukan bahwa relasi masyarakat non muslim sekitar pesantren sangat baik dan harmonis. Tulisan ini menegaskan dua hal penting, pertama, tentang kebutuhan dan tantangan Pondok Pesantren Assalam Kota Manado untuk tetap eksis ditengah keberadaannya di wilayah minoritas muslim. Kedua, Kultur serta upaya dalam mengembangkan Pendidikan Islam di tengah minoritas muslim.
Kata kunci: Minoritas Muslim, Pondok Pesantren Assalam, Kota Manado

Full Text:

PDF

References


Ali Saifullah, Antara Filsafat dan Pendidikan (Surabaya-Indonesia:Usaha Nasional, tt.)

Azra, Azyumardi. Nilai-Nilai Pluralisme dalam Islam Bandung: Nuansa, 2005

A Idhoh Anas, H. “Kurikulum dan metodologi pembelajaran pesantren,” Cendekia: Jurnal Kependidikan dan Kemasyarakatan, Volume 10.Nomor 01 (2012)

A. Steenbrink, Karel. Pesantren Madrasah Sekolah, cetakan kedua, Jakarta: LP3ES, 1994.

Abdullah, Hamid. Manusia Bugis Makassar, Jakarta: Inti Idayu Press, 1985.

Abdurrahman Wahid, Menggerakan Tradisi Esai-esai pesantren, LKIS; Yogyakarta, 2001.

Cobern, W. W., 1994. Constructivism and non-Western science education research. International Journal of Science Education

Cobern, W. W., 1996. Worldview theory and conceptual change in science education. Science Education, 80(5)

Dawam Rahardjo, M. “Dunia Pesantren dalam Peta Pembaharuan”, dalam Pesantren dan Pembaharuan, cetakan kelima, Jakarta: LP3ES, 1995.

Departemen Agama RI, Petunjuk Teknis Pondok Pesantren, Jakarta: 2004.

Dhofier, Zamakhsyari. Tradisi Pesantren Studi tentang Pandangan Hidup Kyai, Jakarta: LP3ES, 1982.

Dkk Uci Sabusi.Ilmu Pendidikan Islam, Yogyakarta; Deepublish, 2018.

Fahmi, Muhammad. “Mengenal tipologi dan kehidupan pesantren,” Syaikhuna, Jurnal pendidikan dan Pranata Islam, 6.2 (2015), 301–19.

Maleong, Lexy . Penelitian Kualitatif. Bandung: Rineka Cipta, 2001

Dkk, Lanny Octavia. Kumpulan Bahan Ajar; Pendidikan Karakter Berbasis Tradisi Pesantren. Jakarta Selatan: Rumah Kitab, 2014.

Moran, Dermot. Introduction to Phenomenology, London and New York: Routledge, 2000, 4.

Oman Fathurrahman, Sejarah Pengkafiran Dan Marginalisasi Paham Keagamaan Di Melayu Dan Jawa

Zainal Abidin Ahmad, Memperkembang dan Mempertahankan Pendidikan Islam di Indonesia, cet.ke-1 (Jakarta:PT.Bulan Bintang, 1970




DOI: http://dx.doi.org/10.33477/alt.v5i1.1461

Article Metrics

Abstract view : 74 times
PDF - 35 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Persiapkan artikel anda, redaksi AL-ILTIZAM: JURNAL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM segera menerima artikel untuk terbitan Vol. 6, No.1 TAHUN 2021