DOMINATION OF POWER IN MEDIA COVERAGE OF THE DRAFT LAW ON THE INDONESIAN NATIONAL ARMY (TNI): A CRITICAL DISCOURSE ANALYSIS
DOI:
https://doi.org/10.33477/lingue.v7i2.10492Keywords:
critical discourse analysis; power; media; draft law TNIAbstract
Language in media discourse is not merely a tool of communication but an arena for the reproduction of power and ideology that shapes socio-political reality. The aim of this research is to reveal how textual structures, social cognition, and social context shape the construction of legislative discourse and influence public perceptions of the legitimacy of the DPR (House of Representatives) and the TNI. This research employs a descriptive qualitative method, with news texts as the primary data source, complemented by supporting literature to strengthen contextual interpretation. The findings show that Detik.com frames the enactment of the TNI Bill by emphasizing the formal legitimacy of the DPR through macrostructure, superstructure, and microstructure, including lexical choices, the use of passive constructions, and the omission of dominant actors. The voices of civil society and public protest are presented only in a limited manner, while government actors are foregrounded, directing readers to accept the legislative decision as legitimate and final. The analysis of social cognition reveals that the media shapes collective understandings regarding the legitimacy of state institutions, whereas the social context dimension shows an asymmetrical power relationship between the government and civil society. These findings affirm that media discourse production is not a neutral activity but an ideological instrument to reproduce power domination and control public opinion. This research enhances comprehension of online media discourse regarding military legislation, emphasizing the impact of microstructural strategies and framing on public perception. The findings are expected to serve as a basis for future research to explore cross-media news comparisons, public responses via social media, and the dynamics of legal legitimacy in the context of Indonesian democracy.
References
Detik.com. (2025). DPR Sahkan RUU TNI di Tengah Gelombang Protes Warga. Diakses dari https://www.Detik.com [pada 28 April 2025].
Dharmawan, N. N., Suardana, I. K., & Semadi, Y. P. (2025). Social semiotics “Masako Package”: Systemic Functional Linguistics perspective. Journal of Pragmatics Research, 7(1), 34–53. https://doi.org/10.18326/jopr.v7i1.34-53
Eriyanto. (2019). Analisis Wacana: Pengantar Analisis Teks Media. Jakarta: Kencana.
Humaira. H. W. (2018). Analisis Wacana Kritis (AWK) Model Teun A. van Dijk pada Pemberitaan Surat Kabar Republika. Literasi: Jurnal Penelitian Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pembelajarannya, 2(1): 32-40. http://dx.doi.org/10.25157/literasi.v2i1.951
Islamiyah, S. C., Ardhita, W. I., Qabibi, R. N., & Jayanti, R. (2024). Analisis Wacana Kritis (AWK) Model Teun A. Van Dijk pada Berita “Anies Sentil Netralitas Penegak Hukum: Kalau Ada yang Bengkok Luruskan” di Kabar24. INNOVATIVE: Journal of Social Science Research, 4(1), 4283–4291. https://j-innovative.org/index.php/Innovative/article/view/7490
Jumadi, M. (2017). Wacana, Kekuasaan, dan Pendidikan Bahasa. Yogyakarta: Pustaka Pelajar
Marzuki, I. (2023). Analisis Wacana Kritis (Teori dan Praktik). Papua Barat: UNIMUDA Press.
Masitoh. (2020). Pendekatan dalam Analisis Wacana Kritis. Jurnal Elsa, 18(1): 66-76. https://doi.org/10.47637/elsa.v18i1.221
Mustopa, E., & Hamdani, A. (2025). Analisis Wacana Kritis Theo Van Leeuwen pada pemberitaan penolakan UU TNI terus bergulir lewat tenda di gerbang DPR dalam Detik.com edisi 8 April 2025. Innovative: Journal of Social Science Research, 5(1), 3975–3994. https://doi.org/10.31004/innovative.v5i1.18911
Prihartono, R., & Suharyo. (2022). Analisis Wacana Kritis Model Teun A. van Dijk dalam “#DebatKeren Papua – Budiman Sudjatmiko VS Dandhy Laksono”. Wicara: Jurnal Bahasa dan Sastra, 1(2), 90–93. https://doi.org/10.14710/wjsbb.2022.16367
Putri, C. H., Aliya, N., Nabila, A., & Juwaira, A. (2025). Analisis Wacana Kritis Model Teun A. van Dijk terhadap Wacana Pro-Kontra Pengiriman Anak ke Barak Militer dalam Pemberitaan Daring Liputan6.com. CARONG: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora, 2(2), 715–720. https://doi.org/10.62710/zs8cgy91
Rahmawati, N. (2022). Analisis Wacana Kritis: Teori dan Aplikasi dalam Penelitian Media. Yogyakarta: UGM Press.
Ratnaningsih, D. (2019). Analisis Wacana Kritis Sebuah Teori dan Implementasi. Lampung Utara: Universitas Muhammadiyah Kotabumi.
Rohana & Syamsuddin. (2015). Buku Analisis Wacana. Makassar: CV. SAMUDRA ALIF MIM.
Sarasati, R. (2019). Analisis Wacana Kritis dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia: Peran AWK pada Pembelajaran Literasi Kritis, Berpikir Kritis. dan Kesadaran Berbahasa yang Kritis. Humanika, 19(1). 20-29. https://doi.org/10.21831/hum.v19i1.30156
Setiawan, F., Prasetya, A. D. A., Putra, R. S. (2022). Analisis Wacana Kritis Model Teun A. van Dijk pada Pemberitaan Kasus Pencabulan Santri oleh Anak Kiai Jombang dalam Media Online. KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya, 8(2): 224-237. https://doi.org/10.22219/kembara.v8i2.21772
Setiawan, T. (2014). Ancangan Awal Praktik Analisis Wacana Kritis. Diksi, 22(2): 111-120. https://doi.org/10.21831/diksi.v2i22.3170
Sibagariang, A., Simanjuntak, F. M., Situmorang, Y. Y., & Sagala, V. M. (2025). Kritik sosial dalam pemberitaan media: Analisis wacana kritis Van Dijk pada berita pemusnahan amunisi TNI di Kompas.com. Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 1(2), 190–198. https://doi.org/10.63822/ytq4nm74
Suhaili, A., Sayogie, F., & Farkh, M. (2023). Corpus-assisted Critical Discourse Analysis. Jakarta: Rajagrafindo Persada.
Sugiyono. (2023). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Suparman, N., & Septiadi, M. A. (2021). Komunikasi Politik Pemerintah dalam Perumusan Undang-Undang Omnibus Law Cipta Kerja. Jurnal Penelitian Komunikasi, 24(2), 161–174. http://bppkibandung.id/index.php/jpk
Tarumingkeng, C. R. (2025). Critical Discourse Analysis (CDA): Pengertian, Teori, dan Aplikasi (p. 73). RUDYCT e-PRESS. https://rudyct.com/ab/Critical.Discourse.Analysis(CDA)Pengertian.Teori.dan.Aplikasi.pdf
Wuryaningrum, R. (2023). Buku Ajar Analisis Wacana. Jember: UPA Penerbitan Universitas Jember.
Yanti, N. P. D. E., Putrayasa, I. B., & Artika, I. W. (2019). Analisis Wacana Kritis Teun A. Van Dijk pada Teks Pidato Klaim Kemenangan Pilpres 2019. Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Pembelajaran, 3(3), 356–362. https://doi.org/10.23887/jipp.v3i3.21846
Yasa, I. N. (2021). Teori Analisis Wacana Kritis Relevansi Sastra dan Pembelajarannya. Denpasar: Pustaka Larasan.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
If accepted for publication, the copyright of the article belongs to the author. Copyright includes the exclusive right to reproduce or transmit manuscripts in any form and media: reprint, produce photographs, microfilm, or translated versions of the manuscript. Increasing parts of this journal, storage and transmission of databases of any form or media, such as electronic copies, electrostatic and mechanical copies, photocopies, recordings, magnetic media and so on are permitted without permission. LINGUE: Jurnal Bahasa, Budaya dan Sastra, allow readers to read, download, copy, distribute, print, search, or link the fulltext of its articles and allow readers to use them for any other lawful purpose. However, it can not be used for commercial purposes
Jika diterima untuk publikasi, hak cipta artikel adalah milik penulis. Hak Cipta mencakup hak eksklusif untuk mereproduksi atau mengirimkan manuskrip dalam bentuk dan media apa pun: mencetak ulang, menghasilkan foto, mikrofilm, atau versi terjemahan dari manuskrip tersebut. Memperbanyak bagian jurnal ini, penyimpanan dan transmisi database dalam bentuk atau media apa pun, seperti salinan elektronik, salinan elektrostatis dan mekanis, fotokopi, rekaman, media magnetis, dan sebagainya diizinkan tanpa izin. LINGUE: Jurnal Bahasa,Budaya dan Sastra, memungkinkan pembaca untuk membaca, mengunduh, menyalin, mendistribusikan, mencetak, mencari, atau menautkan teks lengkap artikelnya dan memungkinkan pembaca untuk menggunakannya untuk tujuan yang sah lainnya. Namun, tidak dapat digunakan untuk tujuan komersial

LINGUE : Jurnal Bahasa, Budaya, dan Sastra Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-TanpaTurunan 4.0 Internasional.




